25 Tahun Wanita ini Susah Payah Besarkan Anak Angkat, Saat Tua Ini Balasannya yang Bikin Menangis

Saat kita melakukan suatu kebaikan untuk orang lain, beribu kebaikan akan mendatangi kita.
Benarkah seperti itu, tapi mungkin kisah ibu satu ini bisa menjadi inspirasi.
Apakah kebaikan akan mendapatkan balasan setimpal atau malah bikin nangis.

Kejadian ini terjadi di Cina, dilansri Pixpo.
Seorang wanita dalam 25 tahun bekerja keras untuk menghidupi anak angkat.
Saat itu, ia mendengar tangisan bayi disekitar rumahnya malam hari.
Bayi yang diperkirakan berusia 40 hari itu ditinggalkan begitu saja.
Wanita tua Hu tidak peduli dengan suaminya dan membawa pulang bayi itu.
Dia merawat bayi kecil itu seperti anaknya sendiri.

Karena tidak bisa membeli susu, wanita tua itu hanya memberi makan bayinya.
Untuk membesarkan putrinya, dia harus menjual sayuran dan mengambil sampah untuk membiayai sekolah putrinya.
Setelah 25 tahun, anaknya sudah dewasa, sudah menikah dan memiliki anak sendiri.

Dia sekarang tinggal di kota bersama keluarga barunya, suami dan anaknya.
Tak disangka, meskipun hanya anak angkat.

Meski memiliki kehidupan yang sempurna dan bahagia, dia tidak segera melupakan ibu angkatnya yang telah berjuang untuk membesarkannya.

Jika mereka hanya bisa tinggal di pondok tapi sekarang untuk menghabiskan layanan ibu mereka, dia telah membangun rumah dua lantai untuk wanita berusia 74 tahun itu.
Menurutnya, rumah yang mereka tinggali sangat buruk dan tidak bisa dihuni.

Jika ibunya pernah melihat rumah orang lain begitu cantik dan berharap bisa memiliki rumah seperti rumah mereka dan sekarang mimpinya akhirnya menjadi kenyataan.
Anaknya juga sering pergi ke desa untuk mengunjungi ibunya.

“Ibu yang membesarkan saya, sekarang saya akan mengurusnya. Ini tugas saya.”
Meski sudah tua, wanita berusia 74 tahun itu tidak bisa duduk diam tanpa melakukan pekerjaan apapun.
Untuk itu dia sudah pergi ke gunung untuk mengambil kayu bakar, menanam sayuran dan memelihara ayam.
Memang benar bahwa pepatah berjalan dengan baik akan dihargai.

Memang pengorbanan wanita tua tersebut menimbulkan anak perempuan yang bukan anak kandungnya yang sangat diapresiasi.
Ketulusan wanita tua yang mengangkat puterinya itu akhirnya dihargai oleh anaknya dengan segala perhatian dan kasih sayang yang diberikan.



loading...

Leave a Comment