Cerita Wanita 'Diguna-guna' Rekan Kerja Hingga Benci Tunangan

Zaman sekarang, orang rela berbuat macam-macam demi mendapatkan apa saja yang diinginkan. Sampai-sampai, mereka nekat melakukan perbuatan yang tidak pantas.

Misalnya kisah nyata yang dibagi oleh seorang pengguna Twitter asal Malaysia bernama Kiera ini. Kisah yang dibagikan perempuan ini mendapat lebih dari 5.000 retweet.

Kisahnya memang seram! Semoga kisah ini bisa dijadikan pelajaran buat kita semua: 

Aku mau cerita soal teman satu kamar di kontrakan. Hari ini aku baru ketemu dia. Rasanya sudah seminggu dia tidak pulang ke rumah. Datangnya hanya sebentar.

Aku tanya dia dari mana, lama tidak kelihatan. Dia bilang 'baru balik dari berobat'. Aku terkejut, memang dia sakit apa? Rupanya sakit yang lain.

Dia bilang baru diguna-guna orang. " Orang dekat," katanya. Dia kemudian bercerita permasalahannya.

Temanku itu sudah tunangan dengan seorang lelaki, tapi ada pria lain yang tertarik padanya. Pria itu satu kantor dengannya, bahkan meja mereka saling bersebelahan.

Awal-awal kerja, pria itu mengaku suka dengan temanku itu. Tapi sayang, temanku itu sudah tunangan. Rupanya, pria itu juga baru putus dari tunangannya.

Tanya punya tanya, pria itu ternyata tertangkap basah berduaan dengan perempuan lain sebulan sebelum nikah.

Sekarang pria itu syok karena temanku juga menolaknya. Inilah awalnya pria itu guna-guna temanku. Dia tawarkan biskuit yang tanpa rasa curiga dimakan oleh temanku.

Tengah harinya, pria itu serahkan satu berkas dan sempat pegang lengan temanku.

Selalu Teringat

Sejak itu, temanku mengalami hal-hal aneh. Dia bilang isi kepalanya hanya tentang pria itu saja. Kerja pun jadi terbengkalai. Anehnya, temanku seperti orang linglung. Makan, bahkan mandi pun tak enak. Maunya terus berada di dekat pria itu.

Pulang ke rumah sebentar kemudian balik pergi untuk menemui pria itu saja. Dia bilang macam orang gila. Sudah tidak mandi, baju dan kerudung pun tak disetrika. Begitu sampai di kantor, pertama yang dicarinya adalah pria itu.

Kalau sudah di rumah, setiap 5 menit telepon pria itu. Temanku bilang dalam seminggu dia bisa habis 50 ringgit (hampir Rp150 ribu) hanya untuk menelepon pria itu.

Itu belum uang bensin pulang pergi ke rumah pria itu setiap hari. Ada mungkin 30 ringgit sehari untuk biaya bensin. Anehnya, jika pria itu mengajak belanja atau makan, temanku yang bayar semua biayanya.

Parahnya, masalah sholat, temanku sekarang harus dipaksa. Tidak seperti dulu. Ibunya lebih bertambah marah karena temanku sholat tidak betul. Dia seperti lupa arah kiblat atau bacaan apa yang harus dibacanya.

Ibunya merasa aneh dengan tingkah temanku itu. Padahal dia sudah tunangan dan akan menikah pada bulan 9 ini. Ibu mana yang tak risau melihat situasi seperti itu?

Ibunya kemudian memanggil seorang ustaz untuk obati temanku itu. Begitu ustaz itu masuk, temanku itu mengamuk ke ustaz sambil teriak, " Kamu mau apa datang ke sini?" . Temanku itu kemudian mencoba lari.

Ustaz bilang, temanku itu sudah diguna-guna hingga parah. Yang menyeramkan, ustaz itu berkata hanya ada dua pilihan dalam guna-guna itu. Temanku itu gila atau mati.

Saat mengobati temanku itu, ustaz memerintahkan guna-guna itu keluar dari tubuh temanku. Seperti biasa, guna-guna itu pura-pura pergi, padahal masih ada dalam tubuh temanku.

Tapi ustaz tahu dengan perangai benda-benda gaib yang licik itu, makanya ustaz terus berusaha mengeluarkannya.

Selalu Berakhir Panas

Rupanya, pengobatan terhadap temanku masih belum tuntas. Satu malam, aku mendengar dia bercakap-cakap dengan seseorang melalui ponsel.

Tapi tiba-tiba pintu kamar terbanting kuat, sampai penghuni kontrakan yang di depan kamar kami terkejut. Temanku itu ternyata pulang ke rumah orang tuanya.

Esok sore, dia kembali ke kontrakan dan bercerita soal kejadian semalam. Dia bilang saat tidur seperti ada yang raba kakinya.

Dia juga bilang, orang yang diajaknya bicara di ponsel adalah tunangannya. Dia merasa setiap pembicaraan dengan tunangan selalu berakhir dengan panas.

Sampai sekarang, temanku ini masih terus berobat. Dan akhirnya, pria itu mengajukan resign dan sempat bertemu dengan temanku.

Saat bertemu itu, pria itu sempat berkata, " Kenapa sombong sekarang?" Tapi temanku bersikap biasa saja. Hubungan dengan tunangannya juga sudah membaik.

(Sumber: Ohbulan.com)



loading...

Leave a Comment