Didatangi Pria Misterius Usai Berdagang, Penjual Daging ini Tak Tahu Jika Sosok itu Ternyata...

Suatu ketika , Nabi Musa AS bertanya kepada Allah SWT.
"Ya Allah, siapa yang akan menjadi sahabatku di surga?"
Pertanyaan Nabi Musa AS pun di jawab Allah.

"Seorang tukang daging."
Mendengar ini, Nabi Musa AS sempat merasa terkejut.
"Kenapa seorang tukang daging yang menjadi sahabatku di surga?
Dimana aku bisa menemukan orang ini Ya Allah?" tanya Nabi Musa AS.
Allah pun memberitahu Nabi Musa AS jika orang tersebut berada di sebuah tempat.

Nabi Musa AS pun bergegas untuk pergi menemui tukang daging ini.
Setibanya di tempat yang ia tuju, Nabi Musa AS berhasil menemukan pria tersebut.
Pria itu ternyata sedang memotong daging yang akan ia jual.
Nabi Musa AS sempat berkata dalam hati.
"Apa yang begitu istimewa dari pria ini?"

Saat senja tiba, Nabi Musa AS melihat pria ini selesai menjual semua dagingnya.
Akan tetapi, Nabi Musa AS sempat melihat pria ini memungut sepotong daging.
Daging itu pun dibawa pria ini saat ia pulang ke rumah.
Nabi Musa AS juga mengikuti pria ini dari belakang.

Ketika sampai di rumahnya, Nabi Musa AS memanggil tukang daging tersebut.
"Wahai tukang daging, aku adalah seorang pengelana.
Maukah kau menerimaku sebagai tamu di rumahmu ini?"
Sang tukang daging pun menjawab.
"Silahkan masuk wahai pengelana."

Setelah mempersilahkan Nabi Musa AS masuk, Nabi Musa AS pun mengamati pria ini.

Ia melihat pria tersebut mencuci daging yang tadi ia bawa dari tempatnya bekerja.
Daging itu dicuci, dibersihkan, dipotong dan dimasak olehnya.
Setelah matang, daging tersebut ia letakkan di atas sebuah piring.

Nabi Musa AS kemudian melihat pria ini mengambil sebuah keranjang besar dari atas sebuah rak yang tinggi, dan sebuah kain basah.
Betapa terkejutnya Nabi Musa AS.

Di dalam keranjang tersebut ternyata ada tubuh seorang wanita yang sangat tua.
Wanita itu digendong pria tersebut seperti layaknya seorang ibu menggendong bayinya.
Daging yang tadi sudah dimasak ia suapkan kepada wanita tersebut (Dalam beberapa riwayat lain, dikatakan jika pria ini mengunyah daging tersebut lebih dulu agar lebih lembut, baru diberikan pada wanita tua itu.)

Setiap wanita itu selesai mengunyah, ia usapkan kain basah tadi di mulutnya.
Saat makanan sudah habis, ia membersihkan lagi mulut wanita tua itu dan kembali meletakkannya ke dalam keranjang.
Keranjang itu kemudian dikembalikannya lagi ke atas rak tinggi.
Akan tetapi ada hal yang menarik perhatian Nabi Musa AS.
Setiap selesai menyuapi, wanita itu selalu terlihat membisikkan sesuatu ke telinganya.

Melihat ini, Nabi Musa AS lantas bertanya kepadanya.
"Siapakah wanita tua itu?
dan apa yang ia selalu bisikkan kepadamu setiap kau selesai menyuapinya?
Pria itu berkata :
"Dia adalah ibuku.
Setiap kali berbisik, dia berdoa untukku: 'Ya Allah, jadikan anakku ini menjadi sahabat dari Nabi Musa AS di surga kelak."

Mendengar ini, Nabi Musa AS merasa terharu.
Wanita tua tersebut ternyata adalah ibu dari sang tukang daging.
Sang tukang daging bahkan tak menyangka musafir yang masuk ke dalam rumahnya tidak lain adalah Nabi Musa AS, sosok yang selalu dibisikkan ibunya selama ini.

Doa tulus sang ibu bagi anaknya itu dijawab oleh Allah SWT dengan datangnya Nabi Musa AS ke rumah mereka.



loading...

Leave a Comment