Komentar Nyinyir "Driver Ojek Online Mana Ada Etika" Begini Nasibnya Setelah Dikepung Ratusan Ojek Online

Era digital ini memudahkan semua orang dalam mengakses berbagai informasi kabar berita dari manapun.

Sehingga tidak jarang, suatu hal yang remeh bisa memancing reaksi yang begitu besar.

"Mulutmu Harimaumu" Pepatah yang pas untuk mahasiswa yang asal bicara di media sosial.

Akibat salah satu komentarnya di media sosial, ratusan driver ojek online meminta pertanggung jawaban atas komentarnya.

Ratusan driver ojek online mengepung Universitas Bina Dharma, Palembang.

Mereka mencari mahasiswa bernama Redi Oktar.

Redi berkomentar pada status Dewi Perssik yang kemarin sempat hebohkan berbagai lini masa.

Pada keluhan Dewi Perssik terkait kasusnya yang menerobos jalur busway, Redi, melalui akun Instagram @redioktar_ berseru pedas:

"Yaa gitula namanya aja tukang Go-Jek mana ada etika, sd aja gak tamat.. Untung mbak @dewiperssikreal pintar dia tau klo yg baju ijo itu orang bodoh, kalau dia pake etika dan otaknya pintar gk mungkin kan kerjaanya tukang Go-Jek, bener gk," tulis Redi di akun artis dangdut kontroversial itu.

Merasa dilecehkan, komentar Redi kemudian viral, dan menyulut emosi banyak pengemudi driver ojek online.

Ratusan driver ojek online di Palembang lantas mencari sosoknya dan menuntut permohonan maaf Redi.

Seperti yang dikutip dari tribunnews.com, Sebelumnya terjadi kegaduhan di depan kampus Bina Dharma, keadaan kembali kondusif setelah berkoordinasi dengan pihak kampus Bina Dharma, Ojek Online Palembang, dan Kepolisian setempat.

Redi Oktar sendiri telah melakukan permohonan maaf atas komentarnya.

"Sekarang keadaan kembali kondusif Orang/Mahasiswa Yang melecehkan Go-Jek tersebut secara umum sudah menyampaikan permohonan maaf nya.

 



loading...

Leave a Comment