Mistis! Pria ini Hidup Selama Seminggu di ‘Dunia Lain’ Bersama Seorang Wanita Cantik Bernama Sri Kunti, Ternyata Wanita Tersebut...

Cerita mistis ini merupakan cerita nyata yang betul - betul terjalin di kota stabat, yang mengenai seseorang penarik bentor (becak bermotor) bernama karto. sepanjang 7 malam ia hidup di dunia lain berbarengan seseorang perempuan menawan bernama sri kunti, dan juga setelah itu mereka melaksanakan perihal memalukan ini….

serupa apa cerita nya? ayo kita ikuti ceritanya dibawah ini….

kota stabat, bunda kota kabupaten langkat, sumatera utara, di penghujung bulan mei nampak amat sepi. kendaraan bermotor yang lazimnya kemudian lalang melintas di tengah kota, malam itu tidak nampak. semenjak senja sampai larut malam, gerimis terus turun membasahi jalur raya. bisa jadi karna itu, masyarakat lebih memilah buat diam di rumah.

malam itu, bagi penanggalan jawa, merupakan malam jum’at kliwon. malam yang diyakini angker, karna kerap terjalin kejadian mistis. tetapi, di jaman saat ini malam keramat itu sudah tidak di anggap lagi angker. amati aja, abang - abang penarik bentor senantiasa aja mencari muatan, tanpa memperdulikan keangkeran malam jum’at kliwon.

salah satu penarik bentor itu merupakan karto. walaupun malam jum’at kliwon, dan juga hujan gerimis tidak menyudahi, ia terus mencari penumpang. malam baru jam 23. 15 malam, kota stabat yang lazimnya ramai jadi sepi serupa kota mati, karto senantiasa setia menanti calon penumpang bentornya. suatu bis jurusan banda aceh – medan menyudahi. seseorang wanita mengenakan pakaian kuning turun dari atas bis. sembari menenteng payung di tangannya, perempuan itu berdiri di pinggir jalur menanti kendaraan universal yang melalui. kemudian ia melambaikan tangannya ke arah karto. bergegas karto menyalakan bentornya, dan juga lekas mendatangi perempuan itu. dalam hati, karto kegirangan. karena tidak sering sekali ia memperoleh penumpang wanita menawan serupa malam ini.

becak, bang…. ! ” ucap perempuan itu dengan suara lembut.

karto tidak pernah menyahut, karena mulutnya serupa terkunci memandang betapa cantiknya wanita calon penumpangnya itu. perempuan itupun naik ke atas bentor. darah karto tersirap ke ubun - ubun, karena secara tidak terencana rok pendek yang di gunakan perempuan itu tersingkap, sampai - sampai nampak pahanya yang putih lembut. kembali kali karto wajib menelan air liurnya.

kemana tujuannya, dik…? ” tanya karto sembari menahan gejolak dalam dada.

ke desa ulat berayun…. ! ” jawab sang perempuan.

karto lekas tancap gas mengarah alamat yang disebutkan. tetapi anehnya, baru dekat 15 menit karto memacu bentornya, seketika ia terasa ditempat yang amat asing menurutnya. ya, karto serupa merambah kota metropolitan yang amat megah. kendaraan elegan hilir mudik dan juga perempuan - perempuan menawan keluar masuk plaza. seingat karto tidak terdapat plaza - plaza yang elegan serupa itu, terlebih lagi mobil - mobil yang hilir mudik serupa amat asing di matanya.

rumahnya masih jauh, dik…? ” tanya karto, sembari terus memikirkan keganjilan yang dihadapinya. ”

di ujung jalur situ, bang…! ” jawab perempuan itu dengan suara lembut dan juga manja. ”

menyudahi, bang…! ” cetusnya lagi. ”

karto menghentikan bentornya di depan rumah megah seperti suatu istana. tamannya luas ditumbuhi rumput hijau dan juga bunga aneka corak. penggalan teras rumah itu dihiasi lampu kristal yang amat wah.

singgah ya bang, nanti saya bikinin bandrek susu…! ” ajak perempuan itu ramah. ”

karto tidak mampu menolak ajakan itu, karena perempuan itu sudah bergelayut di pundaknya. kebetulan hawa amat dingin, minum bandrek susu tentu mampu menghangatkan tubuh. disamping itu, tidak sering sekali ia memperoleh tawaran sebaik ini dari seseorang penumpang. terlebih dari wanita yang cantiknya selangit. begitulah bisik batin karto.

sedangkan karto masih padat jadwal mengatur perasaannya, perempuan itu membuka pintu depan rumahnya. karto dipersilahkan duduk di ruang tamu yang tertata apik.

duduk sebentar ya, bang. saya ke dapur dahulu mempersiapkan minuman buat abang…! ” kata sang perempuan. ”

“suaranya amat lembut dan juga manja. karto cuma dapat mengangguk, ia terus terpukau memandang perabotan dalam rumah yang serba - serbi elegan dan juga megah itu. ”

pastilah wanita ini anak orang kaya, karna rumahnya aja seperti istana raja ” bisik karto dalam hati.

laki - laki beranak satu ini lebih kagum lagi, dikala ia memandang wanita owner rumah tiba bawa 2 gelas minuman, dan juga telah berganti pakaian separuh telanjang. lekuk badannya nampak nyata dimata karto, wanita itu cuma tersenyum menggoda. kala menyuguhkan gelas berisi bandrek susu, karto mampu memandang dengan bebas 2 bukit kembar tegak berdiri runcing di dadanya yang montok. wanita itu, lagi - lagi cuma tersenyum menggoda. ” rengeknya manja.

sri kunti

kedua orang tua mu kemana…? ” tanya karto agak gugup. ”

” cerita wanita itu.

oooo… ” karto melongo.

hingga kesimpulannya wanita itu bersandar di pundaknya. setelah itu, jari jemarinya yang lembut menyusuri pusat - pusat birahi di badan karto. karto juga tidak kuasa buat tidak membalas sentuhan itu. terlebih lagi, karto melaksanakannya lebih agresif. dan juga syahwatnya juga mengarah puncak.

bang, kita melaksanakannya didalam kamar aja ya…! ” ajak sang wanita sembari membebaskan dekapannya. karto cuma bagi aja.

gendong, bang…! ” rengek wanita itu manja.

karto menuruti aja keinginannya. badan sintal padat dan juga berisi itu di bopongnya.

kamarnya dimana…? ” tanya karto.

nanti saya kasih tahu…! ” jawab wanita itu.

karto berjalan menjajaki perintah wanita itu yang memintanya mengarah rubrik di lantai 2. rubrik di lantai 2 ini lebih elegan lagi. kemudian mengarah suatu kamar, di situ terdapat tempat tidur yang dibuat dari kayu jati opsi berukir burung rajawali yang lagi mengepakkan sayapnya. sinar kamar itu remang - remang, bau aroma wangi penuhi segala rubrik yang di desain buat pendamping pengantin baru.

nama adik siapa…? ” tanya karto penasaran. begitu terpesonanya hingga ia kurang ingat menanyakan nama wanita menawan yang mengajaknya bercinta.

sri kunti…! ” jawab wanita itu manja.

namaku karto…! ” sahut karto, tanpa dimohon mengenalkan pribadinya.

pernah terlintas dalam benak karto, bahwa nama wanita ini aneh, tidak serupa nama mayoritas wanita. tetapi apa makna suatu nama, bisik hatinya. karto sudah tidak tahan mau lekas membebaskan nadsu birahinya.

jangan buru - buru bang, tabah sebentar…! ” pinta sri kunti.

saya sudah tidak tahan…! ! ! ” kata karto.

“tapi kita wajib menikah dulu…! ” ucap sri kunti.

siapa yang hendak menikahkan kita…? ” tanya karto, sedikit heran.

itu orangnya.. ! ” sri kunti menunjuk rubrik tengah rumahnya dari lantai 2.

aneh, rubrik itu sudah ramai orang berkumpul. mereka seluruh mengenakan pakaian bagus, seperti hendak mendatangi resepsi perkawinan. kala karto masih kebimbangan, sri kunti langsung berjalan menggandeng tangan karto. seiring dengan itu, karto memandang busana yang digunakan sri kunti telah berbeda jadi busana pengantin bercorak putih. sementara itu sebelumnya, sri kunti menggunakan pakaian yang transparan. ”

ah, aneh sekali! kenapa dapat begitu kilat?

” keraguan ini pernah terlintas di benak karto. tetapi entah kenapa, ia setelah itu tidak mempersoalkannya. karto seorang diri kian meningkat bimbang, karena pribadinya pula telah mengenakan jas bercorak gelap dan juga mengenakan dasi. sementara itu sebelumnya, ia berpakaian lusuh dengan jeans belel kesayangannya.

kesimpulannya, mereka berdua menghadap penghulu yang hendak menikahkannya. akad nikah yang karto laksanakan, tidak serupa perkawinan dengan isterinya yang setia menunggunya di rumah. karto cukup cuma mengucapkan ikrar setia, sehabis itu resmilah mereka bagaikan pendamping suami isteri.

sudah 5 hari karto tidak kembali ke rumah. data yang di terima isterinya mengatakan, kalau malam jum’at kemarin, suaminya membawakan wanita menawan. sehabis membawakan wanita itu, karto tidak kembali ke rumah.

istrinya sudah mencari karto kemana - mana, tetapi tidak pula ditemui. karna cemas terjalin pada diri suaminya, istri karto terlebih lagi sudah mengatakan permasalahan ketiadaan kepada pihak kepolisian.

bermacam - macam prediksi timbul akibat hilangnya karto. terdapat yang berkomentar, barangkali wanita yang diantarkan karto merupakan anggota sindikat perampok. tetapi isteri karto tidak percaya suaminya dirampok. nalurinya berkata, suaminya yang mata keranjang itu tengah berhura - hura dengan wanita yang diantarkannya. karena sebagian tahun kemudian, karto sempat hingga 3 hari tidak kembali ke rumah sehabis membawakan penumpang wanita menawan. nyatanya karto tinggal serumah dengan wanita itu.

sahabat yang satu profesi dengan karto, terdapat yang menganjurkan supaya memohon dorongan dukun buat mengenali dimana karto berposisi, anjuran itu diturutinya. dengan diantar adiknya, isteri karto menghadiri rumah mbah katijo. dukun kampung yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.

suamimu lagi berbulan madu ” kata mbah katijo menarangkan.

dengan siapa ia menikah, mbah…?

” sembari menahan geram. dalam hati ia mengumpat habis - habisan suaminya. sementara itu dahulu karto sudah bersumpah tidak hendak lagi selingkuh, saat ini ia ulangi lagi.

ia menikah dengan wanita dari dunia lain… ” kata mbah katijo. ”

siapa wanita itu, mbah…? ” tanya isteri karto penasaran.

ia bangsa kuntilanak… ” jelas mbah katijo.

mendengar mbah katijo menyebut nama kuntilanak, bulu romanya merinding.

apakah suamiku masih dapat kembali, mbah…?

” tanyanya sembari menahan tangis. ”

” kata mbah katijo menarangkan. ”

berarti 2 hari lagi karto baru kembali ke rumah…?

benar aneh, merambah malam ketujuh karto berpamitan pada sri kunti bakal kembali ke rumahnya. entah gimana, seketika karto merasakan keinduan teramat berat pada keluarganya> pada isterinya pula pada anaknya yang masih berumur 5 tahun.

sri, saya ingin kembali ke rumah, nanti saya kemari lagi

” kata karto berjanji.

bukankah abang sudah berjanji mau hidup bersamaku

” keluhan sri kunti menegaskan.

tetapi saya memiliki keluarga…! ” kata karto. ”

sri kunti diam sebagian dikala lamanya, kemudian dengan tenang ia berkata….. ”

pulanglah bang, keluarga abang di rumah tentu menunggu abang pulang…

sri kunti melepas kepergian karto dengan linangan air mata. ia mengantarkannya sampai ke depan pekarangan rumah. karto menyusuri jalur raya di dunia maya yang membingungkan itu. aneh, kala karto datang di persimpangan jalur, kota itu lenyap secara misterius. bentor yang dikemudikannya tiba - tiba mati mesinnya, sehabis ditilik bensinnya habis.

malam sudah membuktikan jam 2 dinihari, atmosfer disekitar begitu hening. disebelah kiri jalur, karto memandang hamparan kuburan universal. ratusan orang dikubur disitu, bulu kuduk karto berdiri, tubuhnya tiba - tiba lemas. perkampungan masyarakat dekat satu km lagi, karto tidak mampu mendesak bentornya. badannya amat lemah, kesimpulannya karto memutuskan tidur di dalam bentornya.

pagi hari kala ia terpelihara dari tidur pulasnya, orang - orang ramai disekelilingnya. ia berupaya buat bangkit dari bentornya, tetapi usahanya percuma. badannya amat lemah, sampai - sampai tidak mampu digerakkan. sahabat satu profesi yang kebetulan tahu dengannya, kesimpulannya membawakan karto kembali ke rumahnya.

penampilan karto berbeda dari lazimnya. karto yang lazimnya riang, saat ini berbeda serupa orang bimbang. hari selanjutnya, mbah katijo tiba menemui karto. seluruh yang dikisahkan dukun kampung ini dibenarkan karto. isteri karto emosi mencermatinya dan juga api cemburunya tidak mampu dipadamkan. ia tidak sudi lagi menerima karto, karna sudah bersetubuh dengan makhluk halus.

kesimpulannya, isterinya berangkat beserta anaknya ke rumah dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya(ibu dan juga bapaknya), tinggallah karto seseorang diri dalam kondisi lumpuh keseluruhan. saat ini, ia hidup dari belas kasihan orang - orang yang dekat dengannya.

seperti itu tadi cerita mistis yang terjalin pada karto. bila kalian suka dengan cerita ini, silahkan share ke medsos kamu… 



loading...

Leave a Comment