Pengalaman Diganggu Makhluk Halus di Rumah Kontrakan. Ternyata...

Seorang pelajar asal Malaysia, Iskandar Zain, berbagi pengalaman mengerikan saat diganggu makhluk halus di sebuah rumah kontrakan selama beberapa malam berturut-turut.

Insiden yang terjadi di Penang ini dibagikan oleh Iskandar melalui akun Twitter-nya. Kisah Iskandar itu kini telah dibagikan lebih dari 2.000 kali. Pengalaman yang paling menakutkan saat mereka merekam tangisan makhluk halus itu.

Begini kisahnya:

Rumah Kontrakan Angker

Ingin berbagi sedikit tentang gangguan di rumah kontrakan baru kami selama 5 hari ini.

Di depan rumah kontrakan kami itu ada kebun blewah dan pondok-pondok di dalamnya. Seorang penjaga kebun melihat kami yang baru masuk ke kontrakan kami yang baru pada Kamis minggu kemarin.

Saat saya baru pulang dari warung, penjaga kebun menghampiri dan berkata bahwa kami mungkin tidak bisa tidur. Dia bilang makhluk halus suka mengganggu penghuni di rumah kontrakan itu.

Hati saya kurang enak juga mendengarnya. Setelah itu kami satu kontrakan pergi ke KJP Penang untuk melawat seorang kawan. Saat itu jam menunjukkan pukul 11.30 malam dan tiba di KJP jam 12.30 pagi.

Setelah melawat, kami pulang dan sampai di rumah kontrakan jam 2.30 pagi. Waktu itu kami berencana memasang kamera di dapur sebab mau lihat apa yang akan terjadi.

Sebelum ini memang ada gangguan makhluk halus, tapi tidak parah seperti malam-malam berikutnya. Sebelumnya setiap orang seperti mendapat giliran diganggu makhluk halus. Namun, sekarang kami seperti mendapat gangguan secara massal.

Setelah memasang kamera, kami pun tidur. Tapi saya tidak bisa tidur hingga tiba-tiba terdengar piring pecah. Saya bangunkan seorang kawan untuk sama-sama melihat rekaman kamera.

Rekaman kamera tidak memperlihatkan apa-apa. Waktu itu ada 7 orang di rumah kontrakan. Tiga orang sudah tidur, tinggal 4 orang. Tiba-tiba teman di kamar sebelah menelepon.

Dia suruh kami ke kamarnya. Saat masuk dia tanya 'Dengar piring pecah?'. Ternyata bukan saya saja yang mendengar bunyi itu.

Saat berbincang, tiba-tiba ada bunyi ketukan di pintu. Kami biarkan saja, tapi suara ketukannya makin kuat. Suara ketukan tadi berhenti dengan sendirinya.

Setelah itu terdengar seperti orang melempar piring, berisik sekali. Semua ketakutan dan lari ke kamar saya.

Suara Tertawa, Mengaum dan Ketukan Pintu

Masuk ke kamar saya malah lebih parah. Kami mendengar suara auman harimau sebanyak tiga kali diikuti oleh suara pintu digedor macam mau jebol saja. Semua suara itu datang dari belakang kontrakan.

Kami baca ayat-ayat Alquran sebisanya hingga suara-suara itu hilang sebentar sebelum muncul suara auman harimau lagi. Saya bangunkan seluruh penghuni rumah kontrakan dan kami berkumpul di kamar depan.

Waktu itu jam menunjukkan pukul 5.30 pagi. Gangguan itu hilang dan lepas subuh kami memutuskan untuk tidur. Ya, tanpa disadari kami semalaman tidak tidur dan badan ini benar-benar letih.

Itu hari pertama kami diganggu. Esoknya hari Jumat, saya ajak semua kawan untuk tidur di rumah kontrakan kami. Sebab, kami takut juga jika diganggu lagi, memang seram.

Di hari kedua itu, rumah kontrakan kami ramai. Karena ramai, makhluk halus itu hanya ganggu mereka yang sendirian di kamarnya. Gangguannya skala kecil saja, seperti ketuk-ketuk pintu. Kami hanya tertawa ketika makhluk itu mengganggu kami.

Ya, karena saat itu rumah kontrakan ramai dengan kawan-kawan yang ikut menginap. Apalagi di wilayah Kedah, sekolah libur pada hari Jumat dan Sabtu.

Menginjak hari keempat, gangguan ekstrem datang karena rumah kontrakan kami sepi kembali sebab kawan-kawan ada kelas. Kali ini kami diteror oleh suara orang menangis, tertawa terbahak-bahak, piring dilempar, dan orang sedang mandi.

Padahal kami sudah bacakan doa, siram toilet, bahkan kami sebelum ini ramai-ramai bersihkan rumah kontrakan. Setelah itu kami baca Yassin dan azan di setiap kamar.

Rekam Suara Tangisan

Sekarang kami hanya 7 orang. Sunyi rasanya. Di malam keempat itu kawan-kawan sampai demam. Suara makhluk halus itu menangis sungguh mengerikan. Apalagi suara tangisannya menggema di rumah itu. Begitu juga saat dia tertawa. Menyeramkan.

Padahal saat kami berbincang di rumah itu, suara kami tidak sampai bergema. Cara hantu itu menangis seperti menyayat hati, macam minta pertolongan.

Anehnya, suara-suara itu hanya sampai jam 5 pagi setelah itu hilang. Kawan-kawan banyak yang tak tahan hingga kami panggil ustaz untuk mengusir hantu di rumah kontrakan kami.

Saat ini gangguan makhluk halus sudah tidak ada lagi tapi kami mesti tetap waspada apabila dia kembali lagi.



loading...

Leave a Comment